SUKABUMI – Insiden penembakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat menyita perhatian semua kalangan. Bagaimana tidak, kasus pengrusakan Kantor MUI Pusat ini, juga menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.
MUI Kota dan Kabupaten Sukabumi pun meminta pengamanan dari aparat penegak hukum (APH). Ketua MUI Kota Sukabuni, KH Aab Abdullah mengatakan, sejauh ini MUI sudah meminta pengamanan kepada Polres Sukabumi Kota untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa di daerah.
“Ya, jangan sampai merembet ke daerah. Karena itu saya sudah konfimasi dengan Kapolres. Mohon langkah untuk keamanan di daerah, jangan sampai di pusat limpahnya ke daerah. Karena itu harus ada preentif untuk pengamanan,” kata Aab kepada wartawan, Selasa (2/4).
BACA JUGA: Kronologis Penembakan Kantor MUI, Polisi : Pelaku Tewas di Puskesmas
Menuru Aab, MUI saat ini memilih untuk mengambil langkah secara hati-hati sehingga tidak memantik persoalan baru di Kota Sukabumi. “Saya koordinasi dengan Sekum, mohon juga harus ada pengamanan. Karena di daerah juga harus hati-hati,” paparnya.
MUI Pusat masih menganalisa kejadian penembakan yang dilakukan pria yang mengaku nabi. Bahkan, hingga kini motif penembakan tersebut belum diketahui secara pasti. “Yang jelas kami di daerah akan tetap waspada,” cetusnya.
Sementara itu, Humas MUI Kabupaten Sukabumi, Asep Budi K kepada Radar Sukabumi mengatakan, pengrusakan dengan penembakan Kantor MUI Pusat merupakan tindak kekerasan yang tidak bisa dibenarkan. Apa pun motif dan tujuannya.
“Kami atas nama MUI Kabupaten Sukabumi sangat mengecam keras perihal kejadian tindak kekerasan, termasuk penembakan yang terjadi di Kantor MUI pusat tersebut,” kata Asep Budi K kepada Radar Sukabumi pada Selasa (02/05).
BACA JUGA: MUI : Sebelum Insiden Penembakan, Kami Sempat Terima Surat, Ini Isinya
Untuk itu, MUI Kabupaten Sukabumi meminta kepada aparat kepolisian untuk mengungkap motif pelaku penembakan tersebut. Ini harus dilakukan agar aparat aparat penegak hukum dapat dan harus mampu mengungkap siapa dalang yang bermain di balik layar kasus pengrusakan kantor MUI tersebut.
“Kami meminta kepada aparat penegak hukum harus menindak tegas serta memberantas siapa aktor dibelakang intelektual itu,” tandasnya.
Sementara untuk MUI Kabupaten Sukabumi, sambung Asep, maka jajaran MUI Kabupaten Sukabumi akan berjaga agar kasus serupa tidak terulang kembali di beberapa daerah. Khususnya di Kabupaten Sukabumi.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, MUI Kabupaten Sukabumi kini tengah menjalin kerjasama dan koordinasi serta menjalin sinergitas dengan aparat penegak hukum dan beberapa ormas Islam di Sukabumi agar kasus pengrusakan tersebut tidak terjadi di wilayah Kabupaten Sukabum
“Selain itu, kami juga memberikan masukan dan saran kepada seluruh masyarakat Sukabumi agar selalu berhati-hati, khususnya kepada para ulama. Kondisi saat ini, di Kantor MUI Kabupaten Sukabumi, tidak ada penjagaan dan berjalan seperti biasanya. Meski demikian, seluruh pengurus inti MUI Kabupaten Sukabumi tetap harus berhati-hati saja dan lebih waspada ketika saat melakukan aktivitas atau kegiatan di kantor,” bebernya. (bam/den/t)






