Minimalisir Banjir, BPBD Kota Sukabumi Susur Sungai

  • Whatsapp
Sejumlah petugas BPBD Kota Sukabumi saat saat melakukan penelusuran hulu sungai di wilayah kerjanya, Selasa (20/10).

SUKABUMI — Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi berupaya melakukan susur sungai untuk meminimalisir terjadinya banjir bandang dan bencana alam lainnya yang kerap terjadi saat musim hujan berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani menjelaskan, susur sungai ini merupakan aktivitas menyusuri sungai untuk melihat sepanjang daerah aliran sungai terdapat hambatan atau sumbatan yang dapat memicu terjadinya banjir atau banjir bandang.

Bacaan Lainnya

“Hasil penelusuran hulu sungai, salah satunya Sungai Cipelang rata-rata lebar sungai 12 meter dan ketinggian 1,5 meter ini sering mengalami penambahan debit air secara tiba-tiba hingga mencapai 12 meter dari dasar air,” jelas Imran kepada Radar Sukabumi, Selasa (20/10).

Bahkan, lanjut Imran, pada tahun 2001 silam pernah terjadi banjir bandang sehingga air melimpah ke Jalan Raya Jembatan Karamat sampai merendam beberapa pemukiman dibantaran Sungai Cipelang hingga terdapat korban jiwa.

“Adapun, sungai yang berpotensi banjir ada beberapa yakni, Sungai Cileles, Sungai Cisuda dan Sungai Cipada. Sementara, wilayah yang sering terdampak banjir diantaranya, Jembatan Merah Baros, Dayeuh Luhur, Kebonjati, Terminal tipe A dan depan Dishub,” bebernya.

Menurut Imran, sungai di Kota Sukabumi perlu adanya normalisasi aliran sungai karena sudah mengalami pendangkalan dan perlu adanya penataan bantaran sungai serta masalah alih fungsi lahan.

“Dalam kesempatan susur sungai ini juga kami menyampaikan kepada masyarakat terhadap dampak buruk kebiasaan terkait buang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Imran menambahkan, dalam normalisasi sungai ini perlu dilakukan oleh semua unsur khususnya antara pemerintah dengan masyarakat.

Hal ini, perlu dilakukan guna meminimalisir terjadinya banjir. “Harus melakukan tindakan awal untuk kegiatan normalisasi sungai bersama melibatkan seluruh elemen, instansi terkait dari hulu sampai dengan hilir,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *