“Di Sukabumi sendiri masih sangat jarang. Kalau pun ada perlombaan di peringatan hari besar misalnya, sangat jarang ada turnamen e-sports. Bahkan kalau di Sukabumi, yang resmi diselenggarakan pemerintah bisa dibilang tidak ada. Pemerintah juga kan sudah mengakui bahwa e-sports ini masuk ke salah satu cabang olahraga, sudah masuk di KONI juga,” ujarnya.
Dalam turnamen ini, disiapkan dua orang wasit agar tak ada player maupun tim yang bermain curang. Sebagai pemikat, menyiapkan hadiah trofi dan uang tunai untuk juara 1, 2, 3 dengan total Rp 5 juta. “Tujuannya hanya satu, yakni mencari bibit-bibit pemain profesional untuk membawa nama Sukabumi di setiap ajang e-sports,” bebernya.
Ia berharap ke depan pemerintah bisa lebih memperhatikan geliat e-sports di Kota Sukabumi. Apalagi bisa melatih dan mencetak atlet e-sports secara berjenjang hingga bisa membawa nama baik Kota Sukabumi di kancah nasional maupun internasional.
“Kita adakan turnamen secara mandiri dan independen, tanpa bantuan dari pemerintah, hanya mengandalkan sponsor dan sumber lain yang tidak mengikat. Melalui setiap kegiatan yang kita selenggarakan ini, harapannya e-sports di Sukabumi bisa terus berkembang, ada pro player dari Sukabumi yang terus go nasional, bahkan go internasional,” tutupnya.






