“Ke depan, kami menargetkan lebih banyak Kelurahan Cantik agar budaya literasi data semakin menguat,” tambah Cepi. Dengan begitu, tata kelola pemerintahan berbasis data tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar hadir di tingkat akar rumput.
LISDA adalah cerita tentang bagaimana data bisa menjadi cahaya penuntun pembangunan. Di Sukabumi, angka-angka kini tak lagi dingin, melainkan hidup, bercerita, dan memberi arah bagi masa depan kota.(bam/d)





