KOTA SUKABUMI

Masyarakat Kurangi Penggunaan Bawang Putih

SUKABUMI – Konsumen bawang putih di Kota Sukabumi terpaksa membatasi penggunaan bawang putih akibat langka dan naiknya harga bumbu tersebut. Namun bagitu, Pemerintah Kota Sukabumi hingga saat ini belum memiliki solusi tentang kurangnya komoditas tersebut.

Diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Heri Sihombing. Menurutnya, hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi, harga bawang putih memang mengalami kenaikan.

Saat ini, untuk setiap satu kilogramnya mencapai Rp 54 ribu.

“Ya memang naik sejak beberapa pekan lalu karena pasokan berkurang sehingga terkoreksi terhdap kenaikan harga, tapi kalau langka sih tidak hanya saja mungkin konsumen mengurangi kebutuhannya,” jelasnya saat di hubungi Radar Sukabumi, Selasa (18/2).

Walaupun pemerintah terus melakukan pemantauan, namun hingga saat ini belum melakukan langkah yang signifikan menyikapi kenaikan dan kelangkaan bawang putih.

Menuurtnya, walaupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan opersi pasar, namun untuk ek Kota Sukabumi belum mendapatkan intruksi.

Loading...

“Sampai saat ini belum ada intruksi khusus, seperti halnya operasi pasar. Ya memang, mayoritas kebutuhan bawang putih di Jabar di pasok oleh Cina, nah pasca merabaknya isu virus corona pasokan bawang putih berkurnag ke stiap daerah,” terangnya.

Sementara itu, Wiwin salah seorang pemilik rumah makan terpaksa mengurangi penggunaan bawang putih. Hal itu disebabkan, harga bumbu tersebut yang tinggi dan ketersediaan di sejumlah pasar yang terbatas.

“Ya sekarang soluisnya dikurang-kurangi saja penggunaan bawang putihnya, solanya kan harganya mahal, sedangkan kita jual masakan tidak gampang untuk menaikan harga, kami harap sih ada solusi dari pemerintah,” pungkasnya. (upi/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button