CIKOLE – Bencana longsor dan banjir terjadi di sejumlah kecamatan, akibat hujan deras di Kota Sukabumi. Sehubungan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menetapkan status siaga bencana. Semua pihak diminta tetap waspada, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sudah menetapkan status siaga bencana pada Desember 2017 hingga Maret 2018,”kata Kepala BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan kepada Radar Sukabumi, kemarin(9/3).
Dijelaskan Asep, pada Rabu (7/3) lalu beberapa titik diterjang bencana. Seperti, banjir di Kelurahan Jayaraksa, longsor di Kelurahan Baros dan Kelurahan Limus Nunggal serta rumah roboh di Kelurahan Dayeuh Luhur.
“Terhitung dari 1-9 Maret 2018 sebanyak 12 bencana terjadi di kota ini,”ujarnya.
Bencana yang datang akibat guyuran hujan dari pagi hingga sore hari. Kerugian ditaksir hingga mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan hasil pendataan di setiap wilayah yang terkena musibah, diketahui kerugian akibat longsor di Kelurahan Baros mencapai Rp 15 juta, rumah roboh di Kelurahan Dayeuh Luhur sebesar Rp 5 juta dan longsor di Kelurahan Limusnunggal sebesar Rp 10 juta.
“Kami selalu berkoordinasi dengan semua elemen seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan yang lain,”katanya.
Setiap petugas di kecamatan, terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana. Misalnya di Kelurahan Cisarua.
“Memang di wilayah itu struktur tanahnya labih rawan, sehingga sering terjadi bencana longsor,”sambungnya.
Masyarakat Kota Sukabumi khususnya yang tempat tinggal berada berdekatan dengan tebing dan pinggiran sungai, agar bisa meningkatkan kewaspadaan. Jika terdapat tanda-tanda yang tidak baik, secepatnya tinggalkan rumah dan melaporkan kepada pemerintah terdekat.
“Saya minta, masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dalam cuaca ekstrem seperti saat ini, apalagi yang tempat tinggalnya dipinggiran tebing dan sungai,”tandasnya.(Cr16/d)





