Selain itu, pemerintah pusat agar mengusut tuntas tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan. “Mendesak kepada presiden untuk mengusut tuntas tragedi 1 Oktober yang memakan korban ratusan jiwa. Jangan sampai rakyat dibodohi terkait kejadian yang memakan korban meninggal dunia ratusan jiwa tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi Komisi I Henry Slamet mengatakan, aksi ini memang masih runutan dari dampak kenaikan harga BBM yang terjadi beberapa waktu lalu. “Mereka menghendaki agar kenaikan BBM ini tidak memberatkan rakyat,” ucapnya.
Secara kelembagaan, sambung Henry, hingga saat ini belum ada pernyataaan resmi secara terkait penolakan harga BBM. Namun, memang DPRD Kota Sukabumi sudah berkirim surat kepada pemerintah pusat. “Sejauh ini kami sudah melayangkan surat kepada pemerintah pusat,” pungkasnya. (bam/d)






