SUKABUMI – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mulai melakukan pemetaan wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih.
Kalak BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, terdapat beberapa wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Diantaranya, Kecamatan Baros, Cibeureum, dan Lembursitu (Bacile).
“Sesuai tahun sebelumnya, saat musim kemarau melanda wilayah Bacile ini memang yang rawan terjadi krisis air bersih,” kata Novian kepada Radar Sukabumi, Senin (26/8).
Kendati demikian, lanjut Novian, BPBD hingga saat ini belum menerima adanya laporan warga yang mengalami kesulitan air bersih. Pasalnya, hingga saat ini masih ada turun hujan sehingga dipastikan air bersih masih cukup tersedia.
“Alhamdulillah sampai saat ini air bersih masih aman. Karena memang, belum masuk puncak musim kemarau. Sehingga masyarakat belum mengalami kesulitan air bersih,” paparnya.
Novian menjelaskan, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMLG) musim kemarau bakal terjadi mulai Juli hingga Oktober 2024 mendatang.
Meski dampaknya belum terada, tetapi BPBD dari jauh hari sudah melakukan kesiapsiagaan dengan berkoordinasi semua stakeholder termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Apabila debit air sudah semkin berkurang, dan masyarakat mulai meminta bantuan air bersih kami akan berkoordinais dengan PDAM dan PMI. Selain itu, kedepannya akan membuat surat kesiapsiagaan tentang kedaluran kekeringan,” jelasnya.
Pihaknya, menghimbau agar warga dapat bijak dalam menggunakan air bersih dari mulai saat ini untuk mengantisipasi kekeringan. “Semoga dengan berbagai upaya dan persiapan yang dilakukan dapat meminimalisir dampak kekeringan,” pungkasnya. (Bam)






