KOTA SUKABUMI

PPNI Kota Sukabumi Perkuat Kompetensi Perawat Lewat Seminar Kegawatdaruratan dan Kebencanaan

×

PPNI Kota Sukabumi Perkuat Kompetensi Perawat Lewat Seminar Kegawatdaruratan dan Kebencanaan

Sebarkan artikel ini
DPD PPNI Kota Sukabumi

SUKABUMI – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Pendidikan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sukabumi menggelar Seminar Keperawatan bertema “Our Nurses, Our Future: Caring for Nurses Strengthens Economies” di STIKes Sukabumi. Seminar yang melibatkan STIKes Sukabumi, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), dan YAPKESBI ini menjadi upaya memperkuat kompetensi perawat dan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan.

Pada kesempatan itu, menghadirkan narasumber Innu Kania Pahlesa, dan diikuti ratusan mahasiswa keperawatan dari berbagai institusi pendidikan di Kota Sukabumi.

Ketua DPD PPNI Kota Sukabumi, Erna Safariyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keperawatan.

“Tujuan utama seminar ini adalah memperkuat kompetensi, memperluas wawasan ilmiah, serta mempersiapkan perawat dan mahasiswa keperawatan agar mampu menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi profesi dalam mencetak perawat yang profesional, kompeten, dan berintegritas,” ujarnya.

Menurut Erna, tema yang diangkat sejalan dengan semangat Hari Perawat Internasional 2026 yang menekankan pentingnya investasi terhadap masa depan profesi perawat. STIKES Sukabumi dipilih sebagai lokasi pertama penyelenggaraan seminar tahun ini karena memiliki keunggulan di bidang kebencanaan dan kegawatdaruratan.

Ia menilai tema tersebut sangat relevan mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, sementara kasus kegawatdaruratan juga terus meningkat.

“Setiap perawat, termasuk mahasiswa keperawatan, harus memiliki kesiapsiagaan, kemampuan berpikir kritis, keterampilan klinis yang baik, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam situasi darurat,” katanya.

Erna menjelaskan, kerja sama antara DPD PPNI Kota Sukabumi dengan institusi pendidikan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan seminar. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai komitmen jangka panjang dalam penyelenggaraan kegiatan ilmiah, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian, hingga pembinaan organisasi profesi bagi mahasiswa.

Ia berharap sinergi tersebut mampu melahirkan lulusan keperawatan yang siap menghadapi dunia kerja sekaligus memiliki integritas sebagai tenaga kesehatan profesional.

“Kami berharap seminar ini tidak hanya memberikan tambahan ilmu, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat. Perawat muda harus terus meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan,” tuturnya.

Momentum Hari Perawat Internasional, lanjut Erna, menjadi pengingat bahwa perawat merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Karena itu, seluruh perawat didorong untuk terus menjaga profesionalisme, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien.

Di sisi lain, DPD PPNI Kota Sukabumi juga terus memperjuangkan peningkatan jenjang karier dan kesejahteraan perawat.

“Kompetensi, pengembangan karier, dan kesejahteraan merupakan tiga aspek yang saling berkaitan. Perawat yang dihargai akan bekerja lebih tenang, lebih bersemangat, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPK Pendidikan DPD PPNI Kota Sukabumi, Rita Rahayu, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja.

Menurutnya, STIKES Sukabumi, UMMI, dan YAPKESBI memiliki tanggung jawab membentuk perawat yang terampil, beretika, dan bangga terhadap profesinya.

“Tugas kampus adalah mencetak perawat yang jago secara keterampilan, kuat etikanya, dan bangga terhadap profesinya. Jadi lulusannya siap bekerja, bukan hanya siap wisuda,” ujarnya.

Rita mengungkapkan, lulusan baru umumnya masih menghadapi tantangan dalam berkomunikasi dengan pasien, beradaptasi dengan sistem rumah sakit, serta mengambil keputusan secara cepat di lapangan.

Karena itu, menurutnya, pembelajaran harus lebih banyak mengedepankan praktik melalui simulasi kegawatdaruratan, dokumentasi keperawatan yang benar, hingga pelatihan komunikasi terapeutik.

Ia juga menilai kebanggaan terhadap profesi harus ditanamkan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah, salah satunya dengan menghadirkan perawat senior untuk berbagi pengalaman dan memperkenalkan berbagai program organisasi profesi PPNI.

Rita berharap DPD PPNI Kota Sukabumi dapat terus membuka akses bagi mahasiswa melalui program magang, pelatihan bersertifikat seperti Basic Life Support (BLS), hingga penyelenggaraan job fair sebagai jembatan menuju dunia kerja.

“Semoga mahasiswa pulang membawa dua hal, yakni memiliki mindset yang lebih siap memasuki dunia kerja dan mengetahui keterampilan apa saja yang harus mereka kuasai sebelum melamar pekerjaan,” katanya.

Ke depan, DPD PPNI Kota Sukabumi berkomitmen terus mengembangkan profesi perawat melalui seminar ilmiah, workshop, pelatihan bersertifikat, webinar, serta memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan, rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis.(wdy)