Ia menambahkan, proses penyidikan sejauh ini berjalan lancar. Tim Kejari terus mendalami aliran dana dan memperkuat bukti agar kasus ini dapat diungkap secara transparan.
“Setelah kerugian negara ditetapkan, kami akan umumkan siapa yang paling bertanggung jawab,” tandasnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut sektor pariwisata—yang seharusnya menjadi penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Praktik korupsi di sektor ini dinilai sebagai bentuk kebocoran PAD yang paling mencolok, dan publik kini menanti langkah tegas Kejari Sukabumi dalam menuntaskan perkara tersebut.(bam/d)






