Lanjut dia, terjadinya lonjakan harga ini berdampak terhadap penjualan yang kini mengalami menurun. Pasalnya, para konsumen mengurangi pembeliannya.
“Ya, dari biasanya membeli satu kilo saat ini kurang dari satu kilo. Karena kan untuk memenuhi kebutuhan lainnya mungkin. Kalau harga lagi normal, penjulan bawang merah bisa mencapai satu kuintal. Sekarang hanya mampu menjual paling banyak 50 Kg per hari,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Aisyah (32) mengaku, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan para pembeli. Sebab, komoditas bawang ini sudah menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari. Sedangkan, kebutuhan bukan hanya bawang saja.
“Karena itu, saya terpaksa harus mengurangi pembelian agar semua kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi,” akunya.
Padahal sambung Aisyah, komoditas bawang ini menjadi salah satu kebutuhan semua orang. Tentunya, jika barangnya sangat mahal akan memberatkan pembeli.
Apalagi, bagi masyarakat yang ekonominya kurang tentu akan merasa berat. “Saya harap, harga komoditasini bisa selamanya stabi,” pungkasnya. (cr16/t)



