SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota, terus berupaya meningkatkan koordinasi dan upaya antisipasi terhadap peredaran uang palsu (Upal) khususnya menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal ini, dilakukan untuk mencegah kerugian masyarakat serta menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan, Pemilu merupakan momentum penting dalam kehidupan demokrasi negara. Karena itu, Polres Sukabumi Kota bertekad untuk mengamankan dan menjamin pelaksanaan Pemilu yang aman, jujur, dan adil.
“Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan pengawasan terhadap peredaran uang palsu yang dapat merusak sistem keuangan dan merugikan masyarakat,” kata Ari kepada Radar Sukabumi, Jumat (20/10).
Dalam upaya menjaga kestabilan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilu 2024, Polres Sukabumi Kota terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, seperti bank, Kantor Pajak, dan pihak terkait lainnya.
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali uang palsu dan langkah untuk melapor jika menemukan uang palsu,” ujarnya.
Upaya ini, dilakukan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pencegahan peredaran uang palsu.
Polres Sukabumi Kota juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan uang palsu agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Selain itu, kami juga telah melakukan koordinasi dengan bank yang beroperasi di daerah. Kerjasama ini, bertujuan untuk memperkuat sistem keamanan dalam penanganan dan pendeteksian uang palsu,” cetusnya.
Menurutnya, pencegahan dan penindakan terhadap peredaran uang palsu menjadi prioritas utama Polres Sukabumi Kota sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan ekonomi masyarakat.
Apabila ditemukan adanya aktor atau kelompok yang terlibat dalam peredaran uang palsu, Polres Sukabumi Kota bakal segera menindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima uang yang mencurigakan.
Beberapa tanda khas uang palsu yang perlu diperhatikan antara lain tampilan warna yang pudar, ketidakjelasan gambar dan tulisan, serta terasa lebih tipis dan ringan,” tukas Kapolres Sukabumi Kota. (bam)






