RADARSUKABUMI.com – Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli , Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindutrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi terus melakukan pengawasan terhadap Bahan Pokok Penting (Bapokting) dan barang strategis.
Pemantuan di lapangan, hampir semua stok bapokting dan barang strategis lainya cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.
” Saat ini semua ketersediaan bapokting dan bahan startegis lainya aman. Tapi kita tetap terus lakukan pengawasan,”ujar Kepala Bidang Perdagangan Heri Sihombing, Kamis (23/7).
Terkait dengan perkembangan harga Bapokting kata Heri, pada pekan ini ada beberapa komoditas yang alami penaikan dan penurunan harga.
Seperti cabai merah besar lokal dari Rp50 ribu turun menjadi Rp48 ribu perkilogram, begitu juga dengan cabai keriting hijau dari Rp18 ribu menjadi Rp15 ribu perkilogram, bawang putih juga ikut turun dari Rp20 ribu menjadi Rp18 ribu perkilogram.
“Hasil pemantauan tadi (kemarin. red), hanya cabai merah lokal saja yang naik menjadi Rp50 ribu perkilogram,”bebernya.
Sementara untuk bapokting lainya terpantau stabil, seperti beras Ciherang Cianjur I masih diangka Rp11.500 perkilogram, beras premium tetap Rp12 ribu perkilogram, daging sapi Rp110 ribu perkilogram, daging ayam broiler Rp34 ribu perkilogram, telur ayam negri Rp27 ribu perkilogram.
“Begitu juga dengan minyak goreng, terigu dan garam masih stabil tidak alami penaikan ataupun penurunan harga,”terangnya.
Ditambahkannya, pengawasan tidak dibatasi dengan adanya hari besar keagaman, hanya saja di hari besar keagaman tersebut lebih intens.
“Kalau pengawasan terhadap bapokting setiap hari kita lakukan terus, apalagi disaat menghadapai hari keagamaan, misaLkan sebentar lagi Idul Adha, ya kita akan lebih pengawasnaya, karena bukan hanya ketersediaan dan memantau harga saja, melainkan tingkat kadaluarsa juga menjadi sasaran pengawasan kita,” jelasnya.
Jika pemantauan menjelang Idul Adha itu tidak ada pengawasan secara khusus. Sebab pengawasan yang bersifat penting itu kewenanganya dari Provinsi Jabar.
Misalkan kata Heri, kalau di Idul Adha nanti akan ada pengawasan secara khusus dari pihak Provinsi Jabar, sifatnya hanya mendampingi.
Tapi kata Heri, pihaknya juga terus melaporkan perkembangan harga bapokting dan ketersdiaan disaat menjelang Idul Adha nanti.
“Pengawasan sudah menjadi tugas kita sehari-hari, jadi disaat menghadapi hari keagamaan (Idul Adha), sifatnya hanya bentuk pelaporan saja. Kecuali dibentuk tim nantinya,”pungkasnya. (bal)






