KOTA SUKABUMI

Jawaban Walikota Sukabumi Soal Video Viral Pertanyakan PAD Tidak Normal

×

Jawaban Walikota Sukabumi Soal Video Viral Pertanyakan PAD Tidak Normal

Sebarkan artikel ini
TANGKAPAN LAYAR: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menjawab komentar warganet yang ditujukan kepada Bobby Maulana (Wakil Wali Kota Sukabumi) yang mempertanyakan terkait penyebab PAD tidak normal secara singkat dalam kurun waktu lima tahun kebelakang.(FT: IST)
TANGKAPAN LAYAR: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menjawab komentar warganet yang ditujukan kepada Bobby Maulana (Wakil Wali Kota Sukabumi) yang mempertanyakan terkait penyebab PAD tidak normal secara singkat dalam kurun waktu lima tahun kebelakang.(FT: IST)

SUKABUMIWalikota Sukabumi, Ayep Zaki angkat bicara soal video viral di media sosial yang diduga telah menyinggung kepemimpinan sebelumnya dengan mengungkap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dianggap tidak normal.

Dalam video berdurasi dua menit itu, Ayep menjawab komentar warganet yang ditujukan kepada Bobby Maulana (Wakil Wali Kota Sukabumi) yang mempertanyakan terkait penyebab PAD yang tidak normal secara singkat dalam kurun waktu lima tahun kebelakang.

Bank bjb Tandamata

Dalam penjelasannya, Ayep Zaki menjawab hal tersebut diakibatkan oleh banyaknya omset pendapatan daerah mencapai miliaran rupiah namun yang dicatatkan hanya sebagian saja. 

“Penyebabnya ini adalah tidak normal, BLUD dan BUMD, dimana BLUD dan BUMD tidak memberi kontribusi ke PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ungkap Ayep dalam video tersebut.

“Kedua pajak daerah, retribusi maupun perizinan ini tidak normal, saya sudah cek, yang omsetnya Rp12 miliar tapi dicatatnya hanya Rp1 miliar, yang omsetnya Rp7 miliar dicatatnya hanya Rp500 juta dan ini tidak normal. Sehingga saya akan normalkan, berapa omset yang sebenarnya dan segitulah yang harus menjadi Pendapatan Asli Daerah,” paparnya.

Ayep menyebut, bahwa itu merupakan hasil dari kinerja sebelumnya dan hari ini dia bersama Bobby Maulana selaku Wakil Wali Kota Sukabumi akan bertanggungjawab untuk menormalkan semuanya. 

“Dan itu kan kerja yang sebelumnya, saya akan menghormati itu, tapi saya sekarang, saya dan Bobby Maulana akan bertanggung jawab, saya akan menormalkan, cuman menormalkan ini tidak bisa dalam tempo satu tahun karena ada proses, kita akan kejar dulu perizinannya kemudian kita akan negosiasi ulang dengan pengusaha supaya mereka memahami betul,” ucapnya.

Untuk mengklarifikasi pernyataannya itu, Ayep mengaku hal itu muncul berdasarkan hasil investigasinya sendiri di beberapa rumah makan yang ada di Kota Sukabumi. 

“Terkait statemen saya kemarin di media sosial masalah PAD, itu yang saya sampaikan memang objektif dan tidak ada muatan politik sama sekali. Semata-mata itu hasil investigasi saya langsung kepada para pengusaha,” bebernya.

Dalam hal ini, Ayep pernah mencoba untuk makan di salah satu restoran atau rumah makan yang ada di Kota Sukabumi dengan nominal pembelian Rp2,5 juta sekali makan.