CIKOLE– Jalan Selabintana pertabatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi kerap mengundang kecelakaan. Hal itu lantaran, jalan yang berlokasi di depan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi bergelombang dan berlubang. Sehingga para pengendara dihimbau untuk memperlambat laju kendaraannya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah seorang warga sekitar, Hendi mengatakan, rusaknya jalan tersebut sudah berlangsung lama. Ironisnya, pemerintah yang bersangkutan tidak cepat merespon, meski sudah banyak jatuh korban akibat terperosok di jalan tersebut. “Sudah sering yang jatuh disini. Rata-rata kecelakaan terjadi akibat terperosok,” kata Hendi kepada Radar Sukabumi, kemarin (30/7).
Menurut Hendi, jalan menuju tampat wisata Selabintana dan pondok halimun ini pun kerap dilintasi kendaraan bermuatan besar, sehingga mempercepat kerusakan jalan. Untuk itu, dirinya meminta aparat setempat untuk turun ke lapangan guna melihat kondisi yang terjadi.
Tidak hanya itu sambung dia, saat malam hari penerangan di jalan Selabintana ini kurang baik, terlebih banyaknya pohon besar yang berindang lebat. Sehingga saat melintasi jalan tersebut, terlihat gelap. “Kalau malam agak gelap, karena lampu penerangan kurang baik, terlahalang pohon besar,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara, Saskia Putri mengaku kerap dihantui rasa was-was saat melintasi jalan tersebut, lantaran banyaknya lubang di badan jalan. Sehingga saat melintas, dirinya memilah-milah jalan yang lebih bagus. “Ya takut terperosok kalu ngebut,” imbuhnya.



