SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Tak adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah akibat kebijakan mencegah penularan virus corona atau covid-19 di Kota Sukabumi berdampak pada omzet para pedagang kaki lima di kawasan Jalan Ir H Juanda alias Dago, Kota Sukabumi.
Kepada Radarsukabumicom, mereka mengaku bingung mengapa tidak ada satupun pelajar yang menyerbu dagangannya pada hari ini, Senin (16/3/2020).
“Iya nih kang jadi sepi, kenapa ya pada diliburkan semua,” ujar Hihip pedagang Telur Gulung.
Dengan kondisi ini, kata Hihip, penghasilan pasti akan menurun drastis. Biasanya jam 13.00 WIB telur gulung yang dijualnya itu sudah laku tapi sekarang sepi.
“Biasanya jam segini tuh udah rame. Ditambah nanti jam 3 sore bubar sekolah pasti diserbu alias ‘serangan’ anak anak sekolah. Ya kayanya hampir 45 persen penghasilan saya berkurang. Tapi sabar saja,” akunya.
Pantauan Radar Sukabumi dilapangan, situasi Jalan Dago ini sepi dimulai pagi hari tadi. Bahkan para pedagang pun terlihat masih menunggu pembeli tidak ramai seperti hari biasanya.
Sementara itu, dagangan yang sudah terlanjur dimasak banyak yang sudah ‘membeku’ alias tidak dibeli oleh pelanggan setia mereka yakni para pelajar. (Bal/rs)




