KOTA SUKABUMIPemerintah Kota Sukabumi

Ini Skala Prioritas Usulan Musrembang Kelurahan Jayamekar

×

Ini Skala Prioritas Usulan Musrembang Kelurahan Jayamekar

Sebarkan artikel ini
JAYA MEKARE

SUKABUMI– Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang) tingkat Kelurahan Jayamekar Kecamatan Baros sudah selesai dilakukan di Ruang Pertemuan (Ruper) Kelurahan Jayamekar pada Rabu (11/12). Dalam musrembang itu mengambil tema ‘Memantapkan Pembangunan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan’

” Kegiatan ini dalam upaya menyusun rencana pembangunan di yang akan dilaksanakan pada 2026 mendatang,” ujar Camat Baros Hendaya.

Bank bjb Tandamata

Dalam kegiatan musrembang berharap masayrakat bisa menyampaikan aspiranya untuk pembangunan di wilayahnya. Meskipun nanti diambl yang prioritas.

” Mudah-mudahan apa yang akan dirumuskan hari ini, mendapatkan skala prioritas yang insyaAllah nanti akan di kawal pihak kecamatan dan jadi prioritas di tingkat kota,” katanya.

Lurah Jayamekar Ragam Zainul Alam mengucap syukur Musrenbang berjalan dengan lancar dan para tamu undangan.

“saya yakin karena kepedulian mereka untuk andil dalam membangun kelurahan Jayamekar yang harus di dorong semua pihak. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dalam membangun kelurahan Jayamekar,” ungkap Ragamnya.

Pihaknya lebih jauh membereskan setidaknya ada 10 prioritas baik pembangunan fisik dan non fisik yang menjadi pembahasan dalam Musrenbang kali ini.

“Rangkaian Musrenbang ini diawali dengan proses rembuk per RW. Dimana mereka menentukan skala prioritas yang akan dibawa ke musrembang kelurahan Jayamekar. Musrenbang ini untuk menentukan skala prioritas yang akan dibawa Musrenbang tingkat kecamatan Baros,” katanya.

Adapun 5 usulan skala prioritas dalam bentuk fisik antara lain, Pembangunan paving blok yang berlokasi di RW 02 dan RW 07, Perbaikan dan pembuatan Talut Penahan Tebing (TPT) kelurahan Jayamekar itu diusulkan ke Dinas PUTR Kota Sukabumi, Usulan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), Perbaikan gorong-gorong di RW 02 serta dan saluran drainase di RW 01 dan 07 dengan volume kurang lebih 1.000 meter persegi.

Sementara, untuk lima usulan non fisik itu yakni, pelatihan tata boga yang diusulkan ke Disnaker. Kedua, Pelatihan mina padi untuk para petani di kelurahan Jayamekar. Ketiga, Penguatan kapasitas kader kampung KB. Keempat, berdasarkan hasil kesepakatan dengan RW, mengusulkan adanya beasiswa pendidikan dan peserta pelatihan. Serta yang terakhir, Pelatihan komputer untuk 70 orang di kelurahan Jayamekar. (Bam)