KOTA SUKABUMI

IGA 2024: Sukabumi Torehkan 507 Inovasi, Targetkan Predikat Sangat Inovatif

×

IGA 2024: Sukabumi Torehkan 507 Inovasi, Targetkan Predikat Sangat Inovatif

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA: Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi, Wahyu Retnaningtyas Utami saat diwawancara, belum lama ini.
DIWAWANCARA: Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi, Wahyu Retnaningtyas Utami saat diwawancara, belum lama ini.

SUKABUMI — Kota Sukabumi kembali mencatat prestasi membanggakan di ajang Innovative Government Award (IGA) 2024. Setelah mempertahankan tren positif sejak 2022, tahun ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi melaporkan sebanyak 507 inovasi kepada Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi, Wahyu Retnaningtyas Utami, menyebutkan bahwa dari total inovasi yang dilaporkan, 408 di antaranya telah memiliki nilai kematangan di atas 80, sementara 99 lainnya masih dalam tahap penguatan.
“Tahun ini kita kirim 507 inovasi. Sebagian besar sudah matang, sisanya masih kami perbaiki,” ujar Ira, sapaan akrabnya, Rabu (17/9).

Bank bjb Tandamata

Inovasi tersebut terdiri dari 207 digital dan 288 non-digital, dengan 18 berbasis teknologi. Sektor kesehatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 260 inovasi, karena langsung bersentuhan dengan pelayanan publik. “Inovasi kesehatan paling banyak dimanfaatkan masyarakat karena menyentuh kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Meski proses penginputan aplikasi resmi telah ditutup, Bappeda masih terus bergerak. Saat ini, tim tengah mempersiapkan roadshow evaluasi ke berbagai kecamatan dan puskesmas. “Proses awarding biasanya berlangsung Desember. Kami fokus agar inovasi yang dilaporkan benar-benar berdampak,” tambah Ira.

Pelaporan inovasi daerah merupakan kewajiban setiap kepala daerah kepada Kemendagri, dengan penilaian berdasarkan 15 indikator wajib dari Litbang dan 20–21 indikator tambahan dari pemerintah daerah. “Kemendagri juga menggandeng perguruan tinggi seperti UGM, UI, serta media dan akademisi untuk menjaga objektivitas penilaian,” ungkapnya.