Sebagai tindak lanjut, Bappeda menargetkan pembinaan inovasi hingga tingkat kelurahan untuk memperluas partisipasi masyarakat dan mendorong lahirnya ide dari akar rumput. “Inovasi tidak hanya lahir dari OPD, tapi juga harus tumbuh di kelurahan agar dampaknya lebih luas,” katanya.
Bappeda juga tengah mendorong integrasi inovasi non-digital ke sistem digital agar monitoring, pelaporan, dan replikasi lebih mudah dilakukan. “Dengan digitalisasi, inovasi bisa lebih cepat ditiru dan manfaatnya tersebar luas,” imbuhnya.
Dengan strategi tersebut, Kota Sukabumi menargetkan kembali meraih predikat “sangat inovatif” di IGA tahun depan. “Tujuan utama kami bukan sekadar predikat, tapi memastikan inovasi benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Ira.(bam/d)






