Dari data yang diterimanya dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, sebut Raden, 20 persen dari jumlah angkatan kerja tercatat menganggur. Dan hal itu, akan menjadi fokus HIPMI melalui pendidikan vokasinoal.
“Ya, nantinya kita akan bekerjasama dengan pemerintah, alam hal ini dengan Disnaker melalui UPT Balai Latihan Kerja dan Lembaga Pelatihan Kerja pun bakal kita optimalkan,” sebutnya.
Pendidikan vokasional yang bakal di garap HIPMI, lebih memprioritaskan kepada anak putus sekolah dan pemuda untuk disiapkan menjadi tenaga kerja siap pakai ataupun wirausahawan.
“Memang secara umum sasarannya masyarakat, tapi kami prioritaskan untuk pemuda terutama yang putus sekolah sehingga kesulitan mencari kerja,” pungkasnya. (upi/d)





