SUKABUMI — Memasuki H-4 lebaran Idul Fitri 1439 H, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Sukabumi mengalami kenaikan cukup tinggi. Beberapa komuditas yang mengalami kenaikan ini, diantaranya harga bawang merah dari Rp28 ribu per kilogram menjadi Rp32 ribu per kilogram, cabe merah dari Rp36 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, kentang asalnya Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram. Untuk bawang putih yang asalnya Rp 20 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram dan cabe rawit dari Rp20 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang pasar tradisional Pasundan, Deden Purnama (34) mengatakan, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak tiga jari terakhir atau H-7 Idul Fitri. “Sejak tiga hari lalu kenikannya cukup signifikan dan jumlah konsumen semakin banyak,” kata Deden kepada Radar Sukabumi, kemarin (10/6).
Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi akibat daya beli meningkat sementara pasokan barang semakin berkurang. Hal tersebut, otomatis mempengatuhi lonjakan harga yang saat ini terjadi. Disinyalir, harga sejumlah komuditas tersebut akan terus mengalami peningkatan seiring waktu mendekati lebaran. “Biasanya, lonjakan harga terjadi pada saah H-2 lebaran bisa samapai 50 persen,” tuturnya.
Diakuinya, kendati harga terus melonjak namun tidak terjadi kelangkaan barang. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. “Banyak konsumen yang mengeluh dengan kenikan harga ini, tapi mau bagaimana kalau barang dari pemdistributornya sudah naik,” akunya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Rina (30) mengeluhkan kenaikan harga komuditas tersebut. Lantara, memberatkan kepada para konsumen. “Karena banyak kebutuhan, maka saya mengurangi pembeliannya. Yang biasanya dua kilo sekarang dikurangi satu kilo agar semua kebutuhan bisa tertutupi,” keluhnya.
Ia berharap, harga komuditas sayuran bisa diminimalisir oleh pemerintah sehingga kenikannya tidak terlalu besar. “Kami harap, pemerintah bisa menyikapi lonjakan harga ini suapaya masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya,” harapnya. (cr16/t)



