DKP3 Kota Sukabumi Antisipasi Hadapi Krisis Pangan

DKP3 Kota Sukabumi
Ketua PKK Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi bersama unsur DKP3 Kota Sukabumi dan unsur Kecamatan Gunungpuyuh saat melakukan sekolah pangan kreatif dan sehat

GUNUNGPUYUH – Menjelang tahun 2023 kemungkinan akan terjadinya resesi ekonomi. Hal itu tentunya berdampak pada sejumlah sektor, salah satunyab ancaman krisis pangan.

Menanggapi hal itu, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi melakukan ancang-ancang guna mengantisipasi kondisi tersebut dengan melakukan penguatan pada sektor ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan mengatakan, jika terjadi resesi dan krisis pangan, pihaknya sudah melakukan berbagai strategi diantaranya dengan memberdayakan lahan sawah yang ada di Kota Sukabumi yang memiliki jumlah luas sekitar 1.670 hektar.

“Kita diperkuat dan dilindungi oleh Peraturan daerah No 1 tahun 2016 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) , nah kita usahakan jangan sampai terjadi alih fungsi lahan,” kata Andri Kepada Radar Sukabumi saat diwawancara di kegiatan kelurahan Gunungpuyuh, Selasa (1/11).

Lanjutnya Andri, DKP3 jjuga sedang melakukan program IP 400 yang biasanya dalam 1 tahun tiga kali panen, ini bisa dilakukan empat kali kan. Ini untuk mempertahankan ketersediaan pangan minimal ada produktivitas padi di Kota Sukabumi.

“Kita yang biasanya memberikan kontribusi 35 persen, mudah-mudahan dengan adanya IP 400 ini bisa lebih dari 35 persen,” klaimnya.

Masih kata Andri, karena mengacu pada perda No 1 tahun 2016, sementara ini LP2B masih bertahan pada luasan lahan sekitar 321 hektar, tetapi dalam RT/RW terdapat sebanyak 425 hektar dan itu memang harus terus diperrahankan.

“Iya sekarang kita berdasarkan program sosialisasi yaitu LP2B, tetapi kitapun harus ada yang diperbaiki terkait kewajiban kita untuk memenuhi benih dan pupuk, karena masyakat banyak juga yang mengikuto program LP2B,” pungkasnya. (cr4/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *