Dalam kesempatan itu, Kia juga menekankan peran Bunda Literasi dan kader PKK sebagai pendamping langsung masyarakat. Program tindak lanjut yang digulirkan antara lain sosialisasi literasi berbasis keluarga, gerakan pembatasan gawai pukul 18–21, pelatihan UMKM digital bagi ibu rumah tangga, hingga monitoring rutin agar literasi tidak berhenti pada slogan.
Melalui gerakan ini, Pemkot Sukabumi berharap tercipta keluarga yang lebih berdaya, bijak digital, dan mampu menjaga keseimbangan interaksi antaranggotanya. “Keluarga bukan hanya objek program, melainkan aktor utama yang menentukan kualitas literasi kota di masa depan,” pungkas Kia.(bam/d)






