SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat selama Januari hingga Juni 2023 terdapat sebanyak 73 kali kejadian bencana yang tersebar di tujuh kecamatan. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian sangat pantastis yakni mencapai Rp3,7 miliar.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami menjelaskan, luas area yang terdampak akibat bencana tersebut yaitu, 2,132 hektare dan 70 Kepala Keluarga (KK) terdampak, diantaranya 82 orang terdampak, satu luka berat, 7 luka ringan, 118 unit bangunan rusak, 6 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 92 unit rusak ringan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa hanya saja kerugian materi ditaksir mencapai Rp3.741.375.000,” jelas Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Selasa (11/7).
Menurutnya, frekuensi tertinggi terjadi pada Maret yakni, ada 25 kasus, disusul Februari 16 kasus, kemudian Mei 11 kasus, disusul Juni 10 kasus, dan terendah pada Januari 1 kasus.
“Jenis bencana tanah longsor dan cuaca ekstrem paling mendominasi, masing-masing 26 kali dan 20 kali. Terendah angin puting beliung 5 kali,” ujarnya.
Khusus di Juni, sambung Zulkarnain, tercatat ada 10 kali kejadian bencana. Rinciannya, cuaca ekstrem 3 kali, banjir 1 kali, dan tanah longsor 1 kali. Akibatnya, kerugian materi ditaksir lebih kurang mencapai Rp900 juta.
“Bencana pada Juni juga kita mencatat ada 5 kali kebakaran permukiman, dengan jumlah jiwa terdampak 16 orang. Kemudian bangunan rusak 14 unit, dengan taksiran nilai kerugian Rp897.600.000, dengan 0,6296 hektar terdampak,” bebernya.
Sebab itu, BPBD Kota Sukabumi menghimbau agar warga tetap waspada dengan potensi bencana yang dapat terjadi. “Kami minta agar masyarakat sapat lebih waspada dengan potensi yang ada,” pungkasnya. (bam)






