SUKABUMI – Apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sukabumi tahun 2026 dimanfaatkan Wali Kota Ayep Zaki untuk menegaskan arah baru pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Ayep menekankan pentingnya soliditas aparatur sekaligus menjadikan penguatan bank sampah sebagai simbol reformasi budaya kerja, pelayanan publik, dan kesadaran lingkungan.
“Keberhasilan program bank sampah tidak hanya bergantung pada masyarakat, tetapi juga pada keteladanan ASN dalam membangun tata kelola yang bersih dan profesional,” ujar Ayep, Senin (5/1).
Menurutnya, bank sampah harus dipandang sebagai gerakan bersama yang menyatukan kepentingan lingkungan, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Pengelolaan sampah yang tertib dan bernilai ekonomi disebut mencerminkan kualitas pelayanan publik yang bebas dari pungutan liar.
Ayep menegaskan tidak ada ruang bagi praktik pungli di seluruh lini pemerintahan, termasuk pengelolaan retribusi dan layanan persampahan. Ia juga berkomitmen menjalankan seluruh peraturan daerah secara konsisten, khususnya terkait pendapatan asli daerah (PAD). “Jika dikelola dengan benar, bank sampah dapat menjadi salah satu penopang PAD sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga,” katanya.






