“Sekarang ini kan di UPT pelayanan KIR hanya ada satu line. Nah, nanti disana (gedung baru,red) akan ada dua. Selain itu, loaksi yang baru ini aksesnya mudah dijangkau oleh kendaraan besar sekalipun,” ungkapnya.
Gedung yang diperkirakan mengocek anggaran sebanyak tiga miliar tersebut, ditarget rampung tahun ini. Sehingga, mulai tahun 2019 telah bisa digunakan. Dirinya berharap, proses pembangunan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan target yang ditentukan.
“Insyallah, tahun depan sudah bisa berfungsi melayani uji kelayakan kendaraan digedung baru,” singkatnya.
Sementara itu, Agus Supriatna pemilik kendaraan angkutan asal Kecamatan Citamiang mengaku setuju dengan rencana pembangunan gedung baru di wilayah Kecamatan Baros tersebut.
“Saya sebagai pemilik angkutan setuju-setuju saja, karena kadang dilokasi saat ini kadang kendaraan mengular keluar karena tidak tertampung,” pungkasnya. (upi/t)





