SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan strategi efisiensi belanja pegawai untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana hasil penghematan tersebut akan dialihkan ke program penciptaan lapangan kerja, termasuk penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.
“Belanja pegawai kita saat ini sekitar Rp500 miliar. Padahal, sesuai ketentuan Menteri Keuangan, maksimal hanya 30 persen dari total APBD,” ujar Ayep usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XXII di Jalan Selabintana.
Dengan proyeksi APBD 2026 sebesar Rp1,17 triliun, idealnya belanja pegawai tidak melebihi Rp400 miliar. Pemerintah daerah menargetkan penurunan bertahap hingga mencapai batas 30 persen pada 2027.
Dana efisiensi tersebut akan digunakan untuk mengatasi pengangguran melalui program kerja luar negeri. Ayep menyebut, gaji tenaga kerja di luar negeri bisa mencapai Rp25–30 juta per bulan.
“Setiap Rp1 miliar bisa memberangkatkan 40 orang. Kalau kita alokasikan Rp100 miliar, itu bisa membuka peluang bagi 4.000 warga,” jelasnya.
Program ini bersifat bergulir, di mana peserta yang telah bekerja diharapkan mengembalikan sebagian dana awal untuk membantu calon tenaga kerja berikutnya.






