“Instruksi pengawasan juga datang dari Wakil Badan Gizi Nasional yang meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas pendukung MBG, mulai dari kesiapan dapur, sanitasi, hingga sistem pengelolaan limbah,” ujarnya.
Meski ada ancaman sanksi bagi pengelola yang tidak menyesuaikan standar, pendekatan pembinaan tetap diutamakan. Satgas berharap seluruh pengelola SPPG segera menyesuaikan fasilitas agar program pemenuhan gizi berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
“Kami ingin program ini kuat dari hulu ke hilir. Gizi terpenuhi, lingkungan pun tetap aman,” pungkas Andri.(bam/d)




