Warga Jampangtengah Terserang Diare dan ISPA

  • Whatsapp
Warga Kecamatan Jampangtengah saat datang ke Puskesmas Jampangtengah untuk berobat. FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI

JAMPANGTENGAH – Perubahan musim hujan ke musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya juga berdampak ke masalah nonalam. Fase musiman ini mengakibatkan munculnya ragam penyakit seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) dan penyakit diare.

Kepala Puskesmas Jampangtengah, dr Imanuel kepada Radar Sukabumi mengatakan, berdasarkan data yang tercatat sepanjang April 2021, bahwa jumlah kunjungan sakit ke PPK BLUD Puskesmas Jampangtengah terdapat 72 penyakit ISPA. Sementara pada awal Mei sampai 10 Mei 2021 terdapat 11 penyakit ISPA.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, kultur cuaca dapat berubah secara tiba-tiba dari panas menjadi dingin. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh harus beradaptasi cukup keras. Dampaknya, imunitas tubuh menurun. Sehingga masyarakat rentan terkena penyakit. Iya, salah satunya ISPA,” kata Imanuel kepada Radar Sukabumi pada Senin (17/05/2021).

Menurutnya, masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah berpotensi terserang penyakit ISPA. Seperti batuk, pilek dan flu serta radang tenggorokan. Namun, dari semua jenis penyakit paling banyak warga terserang penyakit ISPA. “Pada bulan ini saja, sampai 10 Mei 2021 sudah ada 11 warga yang terserang ISPA. Besar kemungkinan, jumlahnya akan terus bertambah,” paparnya.

Dalam meminimalisir agar warga Kecamatan Jampangtengah tidak terjangkit penyakit tersebut, Puskesmas Jampangtengah telah melakukan kerjasama dengan seluruh pemerintah desa setempat, untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang pencegahan potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh cuaca ekstrim.

“Pencegahan terhadap penyakit seperti ini, harus dilakukan dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan mengkomsumsi makanan bergizi secara seimbang, istirahat dengan waktu yang cukup, dan berolahraga secara teratur baik di lingkungan pemerintahan maupun di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait