KABUPATEN SUKABUMI

Warga Ciracap Sukabumi Susuri Jalan Terjal Demi Dapatkan Air Bersih

×

Warga Ciracap Sukabumi Susuri Jalan Terjal Demi Dapatkan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
MENGANTRI : Warga saat antri mengambil air bersih di sumber mata air sungai Citangulun, di kampung Cadas Mahpar, Desa Cikangkung.(FOTO : ISTIMEWA)
MENGANTRI : Warga saat antri mengambil air bersih di sumber mata air sungai Citangulun, di kampung Cadas Mahpar, Desa Cikangkung.(FOTO : ISTIMEWA)

SUKABUMI — Sejumlah warga di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi mulai kesulitas air bersih.

Seperti di Kampung Citamiang dalam satu bahkan dua bulan ini sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga, baik minum, mencuci pakaian, atau perabotan serta untuk mandi.

Bank bjb Tandamata

Sehingga, mereka harus rela menempuh perjalanan jauh dengan menyusuri medan yang terjal, jauh hingga mencapai 2 Km untuk mengambil air bersih ke sumber mata air yang berada di sungai Citangulun di kampung Cadas Mahpar, Desa Cikangkung.

“Jadi setiap saat kalau musim musim kering tahunan disini warga, ada 4 sampai 6 kampung saat memerlukan air bersih mengambilnya kesini, jaraknya paling dekat itu 1 Km, ada yang sampai 2 KM dari rumah sampai ke sini,” ujar Cacu (63 tahun) salah satu warga kampung Citamiang sesaat mengambil air bersih. Selasa, (22/8).

“Dipilih tempat ngambil air disini, mungkin di pinggir pinggir sungai ada mata air yang kuat, sudah biasa kalau musim kemarau seperti ini, semua warga di daerah ini kesini memerlukan air bersihnya, apalagi ibu ibu mencuci, dan mengambil aur untuk kebutuhan di rumah tangga,” imbuhnya.

Dijelaskan Cacu, kondisi warga kampumg Citamiang mengalami kesulitan air bersih sudah berlangsung sekitar satu bulan lebih diawali semenjak jarang turun hujan hingga saat ini Agustus 2023, dan biasanya akan berlanjut hingga 4 bulan kedepan tergantung cuaca atau hujan turun, pasalnya rata rata warga di kampung Citamiang yang memiliki sumur akan terisi air bersih jika musim hujan.

“Ini warga yang ngambil air bersih ke sungai ini bisa mencapai 100 lebih setiap harinya, sudah rutin, meski lokasinya sulit, jalan sempit, ya mau bagaimana lagi,” jelasnya.

“Kayanya lebih enak harus mengajukan sumur bor, karena mengajukan air besih jangkauannya jauh, kalau sumur bor, bisa dimana saja, yang penting ke jangkau jangan terlalu jauh, gak terlalu rumit perjalananannya,” ucapnya.

Ditambahkan Anang Sadeli (50) juga merupakan warga kampung Citamiang, baginya air bersih saat ini menjadi kebutuhan yang mendasar untuk keperluan rumah tangga, meski jalan yang dilaluinya sulit dan terjal.