BERITA UTAMA

Cerita Warga Ciracap Sukabumi Menabung Koin di Dalam Drum Selama 8 tahun, Terkumpul 70 Juta 

×

Cerita Warga Ciracap Sukabumi Menabung Koin di Dalam Drum Selama 8 tahun, Terkumpul 70 Juta 

Sebarkan artikel ini
Sejumlah warga saat menghitung uang koin hasil dari menabung dalam drum.(foto : ist)
Sejumlah warga saat menghitung uang koin hasil dari menabung dalam drum.(foto : ist)

SUKABUMI — Siapa sangka sebuah drum kosong bisa mengubah hidup Sodikin (43) dan Lusi (30), pasangan suami istri asal warga Kampung Simpangsari, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Berkat, kegigihan, kesabaran, dan keuletan, pasangan suami istri ini berhasil mengumpulkan uang receh Rp 500,- dan Rp 1.000,- hingga totalnya mencapai Rp 70 juta dalam waktu delapan tahun.

Bank bjb Tandamata

Sodikin yang bekerja sebagai bengkel, saat diwawancara mengatakan, berawal pada akhir tahun 2016, saat itu  bengkel motornya yang dikelolanya tersebut sedang sepi pelanggan, sehingga dalam situasi sulit tersebut, meski awalnya tidak mendapat ide unik untuk menabung di dalam sebuah drum kosong yang ada di bengkelnya, namun dengan tidak sengaja menyimpan uang koin pecahan 500 dalam drum hingga akhirnya dibuatlah lobang dan kemudian dijadikan tempat menyimpan uang receh.

“Saya lihat ada drum kosong di bengkel. Waktu itu, iseng-iseng saja bikin celengan. Awalnya tanpa niat besar, hanya karena bengkel sedang sepi,” ungkap Sodikin. Minggu, (26/1/2025).

Ditegaskan Sodikin, hal yang membuatnya sempat membuat kesulitan yakni saat melobangi drum yang akan dijadikannya tempat menyimpan uang koin pecahan 500 dan 1000, pasalnya drum yang berwarna biru itu, tidak mudah dipotong menggunakan pisau biasa, hingga akhirnya setelah mencoba berbagai cara dilakukan mulai dari menggunakan pisau cutter hingga pisau biasa, tetapi tidak kunjung berhasil.

 Akhirnya terpaksa menggunakan mesin gerinda untuk membuat lubang kecil tempat memasukkan uang receh.

 “Saya mulai memasukkan uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000. Awalnya hanya sedikit, awalnya kalau tidak salah itu saya memasukan uang koin jumlahnya sekitar Rp 10.000, lama-lama terus bertambah. Saya sengaja memilih uang koin karena kalau pakai uang kertas takut rusak,” terangnya.

Hingga akhirnya, kata Sodikin lagi, tidak terasa selama delapan tahun, bersama istrinya setiap hari menjadi rutinitas biasa dan sehari menyempatkan menyisihkan uang receh dari hasil kerja mereka di bengkel.