Sementara kendaraan berat bermuatan pasir dan tanah merah setiap harinya melintas di jalan ini. Hampir setiap harinya ada saja pemotor yang jatuh karena menginjak lubang,” tandasnya.
Sekeretaris Desa Bojong, Dede Nuryadin mengatakan, penanaman pohon pisang di tengah jalan tersebut, sebagai salah satu bentuk protes warga kepada pemerintah daerah karena tidak pernah melakukan perbaikan. Selain menanam pisang, warga juga menyimpan tanda peringatan agar pengendara menghindari lubang.
“Wajar saja warga protes seperti ini, karena jalan ini sudah 10 tahun belum tersentuh bantuan dari pemerintah,” jelasnya.
Dirinya mengaku, pemerintah desa sejak 2013 lalu telah mengajukan perbaikan jalan tersebut melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) desa sampai tingkat Kabupaten Sukabumi. Namun hingga saat ini, usulan untuk perbaikan jalan raya yang diprotes warga itu belum ada kabar.
“Dari panjang 4 kilomete, tinggal 3 kilometer lagi jalan yang harus diperbaiki oleh pemerintah,” katanya.





