Timur Leste Belajar ke Sukabumi, Soal Audit Sosial

  • Whatsapp
Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) dan Forum ONG Timor Leste (FONGTIL) Kader Kesehatan dan unsur Media saat berdiskusi, (04/12).

SUKABUMI – Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) dan Forum ONG Timor Leste (FONGTIL) berkunjung ke Sukabumi, (04/12) kemarin. Keduanya sedang melakukan kerjasama dalam program Estudi Kunjungan (Study Visit) mengenai Audit Sosial di Indonesia. Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu tujuan keduanya untuk belajar bagaimana soal audit sosial.

Direktur FITRA Sukabumi, AA. Hasan Lamahering mengatakan, kenapa Sukabumi dipilih untuk dikunjungi orang Forum ONG Timor Leste (FONGTIL), alasanya Kabupaten Sukabumi dinilai sebagai daerah yang berkopenten dibidang tersebut.

Bacaan Lainnya

Karena berdasarkan informasi yang diketahui, Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan pelayanan kesehatan (Swasti Saba) Padapa (2015), Wiwerda (2017) Wistara (2019) dan terdapat peran masyarakat dalam audit sosial di sektor kesehatan atau peran – peran lain yang dijalankan oleh CSO.

“Ya mereka memilih Kabupaten Sukabumi, salah satu alasanya itu tadi. Selain lokasi sangat strategis dari pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi juga sudah mencatatkan sejarah soal itu, “jelas AA. Hasan Lamahering kepada radarsukabumi.

Dalam kunjungnya mereka melakukan Sharing Diskusi tentang Audit Sosial antara Fitra, NGO Local Sukabumi, Kader Kesehatan, Media dengan Forum ONG Timur Leste (FONGTIL) dan Perwakilan Kantor Pendana Menteri bidang Audit Sosial dan Bidang Bantuan Keuangan NGO.

Untuk diskusi yang pertama dilakukan di di Cafe Viesta Sukabumi. Kemudian besoknya, (hari ini red) mereka akan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi di Pedopo.

“Rencananya tak sampai disini, tapi besok juga dilanjutkan kembali untuk berdiskusi, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya berharap, pertemuan tersebut menghasilkan sebuah pengetahuan mengenai implementasi audit sosial di Kabupaten Sukabumi dan peran kerja sama pemerintah dengan masyarakat dalam hal audit sosial di Indonesia sebagai bahan pengambilan kebijakan.

“Semoga ada ilmu untuk dibawa pulang selepas beberapa pertemuan tersebut, “tukasnya. (hnd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *