Sementara itu, Kepala Desa Cibolang Pepen Supendi menjelaskan pertandingan sepak bola yang digelar merupakan pertandingan Kades Cup.
“Iya, biasanya kami menyelenggarakan turnamen sepak bola itu, pada setiap 17 Agustus. Namun karena ada kendala dari berbagai hal, maka diundur hingga Oktober sekarang. Pertandingan itu diikuti oleh 12 kesebelasan dari 10 RW Desa Cibolang,” jelasnya.
Pepen mengatakan, setelah mengetahui adanya kericuhan, pihaknya bersama aparat Polri dan TNI langsung segera meninjau ke lokasi lapangan untuk meredam situasi agar kedua kampung tersebut, tidak terlibat bentrokan fisik.
“Memang ada sedikit kesalahpahaman, warga dari Cibolang Awinenggang yang sebenarnya mendukung Legoknyenang tim yang kalah dalam pertandingan tersebut.
Karena mungkin tidak saling kenal warga Awinenggang kena pukul oleh warga Legoknemyang. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah bisa diatasi berkat kerjasama TNI dan Polri. Sementara warga yang kena pukul ada laporan sudah membuat laporan sekarang sedang diproses,” tandasnya.
Untuk memasatikan kondusifitas wilayahnya, Pemerintah Desa Cibolang didampingi unsur TNI Polri melakukan mediasi bersama kedua kampung yang terlibat dari bentrokan tersebut.
“Sebenarnya, semalam juga sudah kita mediasi. Namun, untuk memastikan kondisifitas dan permasalahannya tidak berangsur-angsur, maka kita lakukan mediasi lanjutan lagi di salah satu rumah tokoh warga Desa Cibolang,” pungkasnya. (den/t)






