Pemkec Gunungguruh Sukabumi Pelototi Proyek Drainase Desa Cibolang Yang Rusak Usai Satu Pekan Pembangunan

Irigasi Desa Cibolang
Salah seorang warga saat menunjukan hasil pembangunan drainase tersier di Kampung Mangkalaya, RT 01 dan RT 02/RW 05, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh,

SUKABUMI – Persoalan warga yang memprotes proyek pembangunan saluran irigasi tersier di Kampung Mangkalaya, RT 01 dan RT 02/RW 05, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Lantaran, proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut, sudah rusak kembali pasca satu pekan selesai pembangunan, telah menyita perhatian semua kalangan. Salah satunya, pemerintah Kecamatan Gunungguruh.

Camat Gunungguruh, Kusyana melalui Kasi Binmas pemerintah Kecamatan Gunungguruh, Yani kepada Radar Sukabumi mengatakan, rusaknya pembangunan drainase tersier yang baru selesai dibangun dengan menggunakan anggaran dari pemerintah Desa Cibolang tersebut, telah muncul kepublik, setelah tim dari pemerintah Kecamatan Gunungguruh melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke lokasi proyek tersebut.

Bacaan Lainnya

“Itu kenapa kami harus monev, untuk memastikan kegiatan tersebut dilaksanakan atau tidak,” kata Yani kepada Radar Sukabumi.

Setelah ia melakukan monev ke lokasi proyek, kata Yani, tim dari pemerintah Kecamatan Gunungguruh telah melihay secara kasat mata, bahwa proyek tersebut terdapat kejanggalan yang berkaitan dengan plesteran pembangunan drainase tersier tersebut.

“Saat itu juga, kami langsung memanggil Kades untuk datang ke lokasi, untuk diadakan perbaikan jangan sampai ini muncul ke permukaan, kata kami, eh ternyata selang beberapa hari langsung, muncul berita itu, kami juga kaget, siapa yang menyebarkan berita itu, karena waktu itu yang dilokasi sama kami, hanya Ketua RT dan TPK,” tandasnya.

Saat ia memanggil Kepala Desa Cibolang, sambung Yani, tim dari pemerintah Kecamatan Gunungguruh telah menyarankan kepada Kepala Desa Cibolang, agar segera diperbaiki proyek pembanguan saluran dranase tersebut, dan kedepan jangan terulang kembali pekerjan seperti hal tersebut, karena ketika membangun harus ada azas manfaat untuk masyarakat banyak. “Iya, jangan hanya menggugurkan kewajiban saja. Tapi, sekarang Alhamdulillah sudah diperbaiki lagi pembangunan drainase yang rusak tersebut,” timpalnya.

Ketika disinggung mengenai penyebab pembangunan proyek drainase tersier di wilayab tersebut, rusak setelah selesai pembangunan sekitar satu pekan. Yani, menjawab, bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya atau minimnya bahan material bangunan, untuk membangun drainase tersier tersebut. “Intinya kurang bahan material aja. Hanya itu yang bisa kami sampaikan sesuai kewenangan kami sebagia Asistensi Kecamatan Gunungguruh,” timpalnya.

“Pemerintaah Kecamatan Gunungguruh, tidak punya wewenang kalau untuk memberikan sanksi, karena kewenangan kami hanya memantau kegiatan yang ada di wilayah kami, dan kami hanya memberikan saran masukan kedepannya, jangan sampai terulang lagi,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *