KABUPATEN SUKABUMI

Target Bebas Pasung Ambyar, Satu ODGJ Bojongtipar Terpaksa Dikerangkeng

JAMPANGTENGAH — Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menargetkan wilayahnya untuk bebas pasung pada tahun 2019 lalu. Namun, hingga kini target tersebut tidak benar-benar tercapai, pasalnya ada salah satu warganya yang mengidap Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial FU (46) terpaksa dipasung dengan cara dikerangkeng dengan menggunakan bambu oleh pihak keluarga akibat meresahkan warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, ODGJ yang beralamat di warga Kampung Bojongtipar, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, sebelum dikerangkeng FU terlebih dahulu telah diamankan di Mapolsek Jampangtengah. Lantaran, ia telah membuat resah warga setempat. Seperti membawa senjata tajam jenis golok dan kayu balok.

“Sudah ada beberapa hari, FU ini berada di Mapolsek Jampangtengah karena kalau dibiarkan beraktivitas sebagaimana mestinya, khawatir terjadj hal yang tidak diinginkan. Namun, kemarin malam FU ini dijemput sama keluarganya,” kata Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin kepada Radar Sukabumi, Rabu (14/7).

Menurut Usep, ODGJ ini terpaksa dikerangkeng oleh pihak keluarganya. Lantaran, mereka sangat khawatir ODGJ itu mengamuk dan kembali meresahkan warga. Terlebih lagi, pihak keluarganya pun merasa takut, bila FU tinggal satu rumah dengan keluarganya.

“Makanya, saat diambil sama keluarganya, FU itu langsung di pasung oleh pihak keluarga dengan cara di kerangkeng menggunakan bambu di dekat rumah keluarganya,” paparnya.

Berdasarkan pengakuan dari keluarganya, ODGJ ini sudah tiga tahun mengidap gangguan jiwa. Ini terjadi setelah ia bercerai dengan istrinya. Terlebih lagi, FU mengalami hambatan dalam faktor ekonomi. “FU ini, bercerai dengan istrinya pada tiga tahun silam. Ia memiliki tiga orang anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongtipar, Heri Husen mengatakan, pihaknya membenarkan soal ODGJ tersebut telah di kerangkeng oleh pihak keluarganya. Saat proses membuat kerangkeng, pihak keluarganya dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bojongtipar.

“FU ini, untuk sementara waktu telah dikerangkeng menggunakan bambu dengan panjang 1,5 meter, lebar 120 centimeter dan tinggi 80 centimeter. Selain dikerangkeng, ke dua kaki FU juga telah dirantai,” katanya.

Pemerintah Desa Bojongtipar bersama pihak keluarganya sudah berupaya maksimal membawa FU ke Puskesmas Jampangtengah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota. Namun, hingga saat ini kondisi kesehatan FU belum juga lekas sembuh.

“Beberapa bulan yang lalu, mantan kepala desa disini atas nama Dede telah menjadi korban keberingasan FU. Ia telah dibacok oleh FU dibagian jidatnya menggunakan golok,” kata Heri.

Saat FU melakukan pembacokan kepada korban, pemerintah Desa Bojongtipar bersama Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi langsung membawa ODGJ itu, untuk mendapatkan tim medis ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Kata tim medis FU ini mengalami gangguan jiwa jenis ansietas atau depresi ringan,” imbuhnya.

Menurut Heri, ODGJ ini telah dirawat untuk mendapatkan tindakan medis di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi selama satu minggu. Saat itu, tim medis menyatakan soal kondisi kesehatan FU sudah sembuh dan kesehatannya sudah kembali normal.

Namun, saat hendak dibawa ke pihak keluarganya, mereka telah menolaknya dengan alasan takut, bila FU ini kembali menjadi dan bertindak tidak normal. Sehingga membuat keresahan warga.

“Saat itu, kami bawa ke pihak keluarganya, mereka telah menolak dan mengunci rumahnya. Bahkan, tidak sedikit pihak keluarganya yang mengungsi karena takut bila FU ini tinggal satu rumah dengan keluarganya,” bebernya.

Karena ODGJ ini ditolak pihak keluarganya, maka ia langsung membawa ODG tersebut untuk tinggal di rumahnya selama satu bulan lebih. Saat itu, ia mengaku kewalahan saat mengurus ODGJ tersebut.

“Selama tinggal dirumah saya, FU ini kami layani dengan baik. Setelah sembuh total, akhirnya pihak keluarganya pun menerima kehadiran FU,” bebernya.

Tidak lama setelah FU dibawa sama pihak keluarganya, penyakitnya kambuh kembali dan bila keluar rumah, ia sering membawa senjata tajam dan melakukan pengancaman kepada warga pejalan kaki serta sering mengambil makanan dan roko ke warung-warung.

“Nah, baru-baru ini kami laporan ke Polsek Jampangtengah, karena FU ini telah melakukan pengancaman sambil membawa golok kepada pengguna jalan. Karena takut kembali jatuh korban, akhirnya FU ini untuk sementara waktu dititipkan di Mapolsek Jampangtengah,” bebernya.

Saat ini pemerintah Desa Bojongtipar tengah melakukan koordinasi dengan pihak keluarganya untuk tindak lanjut kedepannya. Seperti niatan membawa FU ke dokter atau pengobatan tradisional.

“Selain itu, kami juga sedang melakukan koordinasi dengan DPRD Kabupaten Sukabumi dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button