KBM Online Beratkan Orangtua Murid

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sukabumi dipastikan masih dilakukan secara online. Bahkan, meskipun di Kota Sukabumi sudah berstatus zona hijau Covid-19, namun tetap saja tak ingin mengambil resiko dengan membuka KBM secara tatap muka.

Dengan masih dilakukannya sistem online, banyak orang tua murid yang mengeluh. Tidak hanya beban mereka yang semakin besar kerena harus menyediakan kuota internet. Tapi juga, banyak masalah lain yang dihadapi.

Bacaan Lainnya

“Saya harus terpaksa harus membeli handphone android agar anak saya bisa mengikuti belajar online. Padahal, untuk kebutuhan sehari-hari juga dengan kondisi saat ini sangat sulit,” keluh salah satu orang tua siswa asal Kampung Ciceuri, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, E Setiawan.

Dirinya terpaksa harus memutar otak agar bisa membeli hanphone demi anaknya. Karena kalau tidak, dirinya takut anaknya tertinggal pelajaran dan bisa-bisa tidak naik kelas.

“Anak saya juga merasa malu kalau harus ikut dengan temannya yang memiliki hanphone android. Ditambah lagi, pembelajarannya tidak fokus dan pasti terganggu,” keluhnya.

Masalah pun tak berhenti sampai disitu. Dirinya juga harus membeli kuota internet demi mengikuti pelajaran kedepan. Jelas hal itu menambah beban lagi bagi keluarganya.

“Selain itu, jaringan internet juga menjadi kendala. Saya juga pusing harus seperti apa. Saya harap, pemerintah bisa memberikan solusi. Karena saya yakin, ini terjadi bukan kepada saya saja. Tapi banyak orangtua murid lainnya merasakan hal yang sama,” pinta Setiawan.

Sedangkan di Kota Sukabumi, sejumlah SMP rupanya juga belum siap untuk memulai aktivitas belajar tatap muka pada tahun ajaran baru tahun ini. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu.

Menurut Nicke, dari 46 SMP Negeri dan Swasta yang ada di Kota Sukabumi, semuanya belum ada yang mengajukan kesiapannya. Paalnya, untuk melaksanakan KBM tatap muka harus ada pengajuan dari sekolah ke Dinas Pendidikan.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *