Tahun 2020, P2TPA Tangani 17 Kasus Perdagangan Orang, Ini Datanya….

  • Whatsapp
DIWAWANCARAI : Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan, saat diwawancarai Radar Sukabumi, pada beberapa waktu lalu.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah terbanyak di Provinsi Jawa Barat yang pengiriman pekerja migran ke luar negeri. Bahkan, berdasarkan data yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, bahwa wilayah terluas se Pulau Jawa dan Bali ini, telah menduduki peringkat ke lima besar di Provinsi Jawa Barat setelah daerah Indramayu.

Ironisnya, di Kabupaten Sukabumi tidak sedikit para pahlawan devisa negara ini telah terbujuk rayuan calo atau sponsor yang memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke luar negeri. Sehingga mereka menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Bacaan Lainnya

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan mengatakan, sepanjang tahun 2020, lembaga yang dipimpin oleh istri Bupati Sukabumi ini mengaku, telah mendapatkan laporan sebanyak 17 warga Kabupaten Sukabumi telah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking.

“Kalau untuk tahun ini, Alhamdulillah belum ada laporan soal warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban TPPO. Iya, mudah-mudahan tidak ada dan tidak terjadi lagi. Namun, kalau di tahun sebelumnya kami menerima laporan ke P2TP2A Kabupaten Sukabumi ini, ada 17 kasus TPPO,” jelas Yani kepada Radar Sukabumi, Senin (22/02/2021).

Menurutnya, jika dilihat dari 17 kasus TPPO ini, mayoritas mereka bekerja ke luar negeri dengan menggunakan jalur non prosedural. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh kaum wanita untuk tidak tergoda dengan iming-iming kerja di luar negeri, seperti menjadi buruh migran. “Wanita Sukabumi tidak perlu lagi bekerja di luar negeri , tetapi alangkah baiknya bekerja saja di daerah ini karena banyak potensi yang bisa menghasilkan uang,” ujarnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *