“Setelah aksi bersih-bersih, akan dilakukan edukasi pemilahan sampah untuk mengurangi volume residu yang masuk ke TPA,” jelas Dede. Ia menambahkan bahwa sampah yang dibuang nantinya adalah sampah yang benar-benar tidak memiliki nilai guna.
Dede juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan serentak program sempat tertunda, namun Sukabumi tetap diminta serius dalam persiapan. Bahkan, wilayah Palabuhanratu berpotensi dijadikan contoh penerapan gerakan ini di Jawa Barat.
“Harapannya, budaya bersih dan peduli lingkungan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi tumbuh sebagai kebiasaan masyarakat Sukabumi dalam menjaga kelestarian alam,” pungkasnya.(den/d)






