“Dari delapan KK yang terdampak dari bencana itu, tiga KK tinggal di tenda pengungsian dengan jumlah jiwa sebanyak 14 jiwa. Mereka tinggal di posko bencana itu sudah ada sekitar dua pekan terakhir.
Namun lima KK lagi tinggal di saudara terdekatnya. Iya, jadi yang tiga KK atau 14 jiwa ini, sengaja tinggal di tenda pengungsian karena mereka tidak memiliki saudara,” tandasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan korban pergerakan tanah, ujar Yudiarto, panitia lokal hampir setiap harinya mendistribusikan bantuan sembako baik dalam bentuk makanan siap saji maupun mentahnya dengan jumlah yang sama kepada setiap kepala keluarga.
Meski demkian, dirinya mengaku bahwa panitia lokal telah memprioritaskan bantuan logistrik tersebut, khususnya untuk warga yang tinggal di posko pengungsian.
Sebab itu, ia berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan juga para orang dermawan agar memberikan bantuan kepada korban yang terdampak dari bencana alam ini.
“Kami berharap ada lagi donatur yang peduli untuk memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi. Terlebih lagi, situasi pergerakan tanah di lokasi bencana semakin meluas,” pungkasnya. (Den)






