Bukan hanya itu, P2TP2A Kabupaten Sukabumi juga akan membantu untuk mengupayakan agar korban yang merupakan pelajar SMP ini, bisa mendapatkan surat keterangan pelulusan dari pihak sekolahnya. “Iya, karena berdasarkan laporan dari lapangan, korban itu berangkat dari rumahnya untuk bekerja ke Arab Saudi saat jelang pelulusan. Kami, juga merekomendasikan anak itu untuk kembali sekolah dan ikut ujian. Nanti akan kita tinjau ke kekeluarga korban,” bebernya.
Untuk mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang kembali di Kabupaten Sukabumi, P2TP2A Kabupaten Sukabumi menghimbau kepada seluruh warga agar tidak tergoda pada iming-iming bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran. Terlebih lagi, jika mereka bekerja ke negara timur tengah. Lantaran, hingga saat ini untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga ke beberapa negara di bagian timur tengah. Seperti Arab Saudi itu, masih moratorium.
“Kami mengimbau, khususnya kaum wanita. Apalagu ini masih pelajar agar tidak tergoda dengan iming-iming kerja di luar negeri, seperti menjadi buruh migran dengan tawaran upah yang menggiurkan. Iya, wanita Sukabumi tidak perlu lagi bekerja di luar negeri, tetapi alangkah baiknya bekerja saja di daerah ini karena banyak potensi yang bisa menghasilkan uang,” pungkasnya. (den/d)






