Sementara, Sekretaris Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja Azis mengatakan, sebelum peristiwa kebakaran, istri korban tengah memasak makanan untuk dijual diwarungnya. “Namun, waktu itu istrinya pergi sebentar ke belakang rumah untuk memberi makan ayam peliharaannya. Tiba-tiba, suaminya berteriak meminta tolong karena melihat api tengah menjalar ke dinding rumahnya,” jelas Azis kepada Radar Sukabumi, Senin (9/7).
Setelah itu, keluarga korban dibuat panik, saat mendengar suara ledakan yang berasal dari tabung gas. Tidak lama kemudian, tiga unit motor yang berada di rumah Asep ikut terbakar. “Awalnya, api itu membakar didinding dapur rumah Pak Asep. Setelah itu, langsung merambat ke rumah anaknya bernama Iwan. Api sulit dipadamkan, lantaran atap bangunan rumah terbuat dari anyaman bambu,” imbuhnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Andi Kusnadi mengatakan, dua unit rumah permanen milik Asep dan Iwan ini, hangus terbakar. Api berhasil dijinakan, setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari posko 7 dan posko I diterjunkan ke lokasi kejadian. “Api berhasil dipadamkan sekira pukul 08.00 WIB, setelah sejumlah petugas dibantu warga dan muspika bahu membahu memdamkan api,” jelasnya.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp400 juta. “Saat ini, seluruh keluarga korban, sudah dievakuasi kerumah tetangga terdekatnya,” timpalnya.
Sementara itu, seorang relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Taofik mengatakan, peristiwa kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di Kampung Cisalak telah menyebabkan kerugian material hingga mencapai Rp190 juta.





