Selama 2021, Puluhan Kios Ilegal PKL di Wilayah Wisata Palabuhanratu Ditertibkan

PENERTIBAN: Petugas Satpol PP saat melakukan operasi penertiban bangunan liar di wilayah Kabupaten Sukabumi dengan pendekatan yang humanis.

SUKABUMI – Selama 2021 ini, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi mencatat telah melaksanakan penertiban bangunan liar (bangli) maupun kios pedagang kaki lima (PKL) sebanyak dua kali.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi Dody Rukman Meidianto mengatakan, dua lokasi yang menjadi target penertiban, yaitu bangunan liar di sepanjang Jalan Sudirman dan di Jalan Siliwangi depan Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, dan Muara Citepus.

Bacaan Lainnya

“Selama tahun 2021, baru kali ini melaksanakan penertiban bangunan liar dan PKL. Kita juga terfokus dalam penangan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Dody melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Yusep Wahyu kepada Radar Sukabumi, Jumat (29/10).

Ia menjelaskan, untuk bangunan liar dan warung yang bongkar sepanjang Jalan Sudirman sebanyak 9 bangunan liar. Untuk di wilayah Citepus 10 bangunan pedagang, dan 2 bagunan lainnya dibongkar sendiri oleh pemilik pasar.

“Selain itu, bangunan kios tambahan yang menutup trotoar, jalan Siliwangi arah Cisolok – Alun-Alun sebelah kanan steril PKL. Alhamdulillah selama proes pembongkaran berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Dody menegaskan penertiban bangunan liar dan PKL ini melibatkan puluhan personel gabungan, terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

“Jumlah personel yang diterjunkan dari TNI 6 orang, Polri 8 orang, Dishub 2 orang, PLN 6 orang, dan Satpol PP 75 personel,” imbuhnya.

Adapun bangunan liar yang dibongkar terdiri dari bangunan yang dipakai untuk bengkel-bengkel dan warung-warung, termasuk bangunan untuk tempat tinggal masyarakat. Ia menegaskan tidak ada penolakan dari warga, bahkan sudah menyadari bahwa mereka sudah menyalahi aturan.

“Penertiban bangunan itu dalam rangka penegakkan perda. Alhamdulilah mereka sudah mengerti, bahwa itu (bangunan) memang peruntuknannya untuk umum dan bukan untuk pribadi. Tidak ada penolakan, bahkan sudah ada yang duluan dibongkar, begitu kita datang dan bongkar sendiri mereka meminta untuk membongkar sendiri,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.