Kondisi tersebut, kata Sandra, menyebabkan api cepat menjalar pada dinding yang sebagian dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (Bilik, red) dan kayu. Sehingga kebakaran tidak bisa terhindarkan.
“Api cepat menjalar. Karena, bangunan tersebut mayoritas terbuat dari material yang mudah terbakar,” paparnya.
Meski tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat bencana kebakaran itu. Namun, pemilik rumah mengalami syok akibat kejadian kebakaran tersebut.
“Sambil menunggu pemadam kebakaran tiba, dibantu pemerintah desa, Forkopimcam dan masyarakat, akhirnya api berhasil dipadamkan dengan alat seadanya,” pungkasnya. (den/d)






