PALABUHANRATU – Satu unit rumah warga di kampung Ciloa, desa Pasirsuren, kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi hangus terbakar.
Peristiwa kebakaran tersebut berdasarkan informasi di lapangan, terjadi sekitar pukul 08.00 Wib, beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, hanya saja pemilik rumah mengalami kerugian materi.
Petugas penanggulangan bencana kecamatan Palabuhanratu U. Nuryaman saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan dilapangan peristiwa kebakaran rumah terjadi diduga dari korsleting listrik atau arus pendek.
Adanya peristiwa kebakaran itu, kata U. Nuryaman mengakibatkan rumah panggung yang dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa hangus tidak ada yang tersisa berikut perabotan yang ada didalam rumah.
“Api dapat dipadamkan setelah warga gotong royong dengan alat seadanya, dibantu personel pemadam kebakaran,” ujar U. Nuryaman singkat kepada Radar Sukabumi. Sabtu, (20/7).
Sementara itu wadanpos pemadam kebakaran wilayah Palabuhanratu Aceng Ismail menegaskan, mendapat laporan sekitar pukul 08.00 Wib terjadi kebakaran di kampung Ciloa, yang selanjutnya satu tim pemadam kebakaran langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian.
“Setelah sampai ke Tkp api sudah mulai terkendali dipadamkan oleh warga dengan alat seadanya. Jadi rumah nya yang terbakar rumah panggung,” timpalnya.
“(Api muncul) dari listrik (korsleting) di ruang dapur katanya. Tidak ada korban jiwa. Di lapangan kita 8 personil, satu unit pemadam,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, kata Aceng lagi, tim dari petugas PLN Palabuhanratu juga langsung melakukam penanganan terhadap intalasi listrik, sehingga langsung bisa tertangani.
“Tadi saya menghimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati hati, jadi kebanyakan kebakaran terjadi dari arus pendek listrik, jadi kabel kabel rambut yang mengakibatkan arus pendek atau kosletin diperiksa dengan seksama dan baik,” paparnya.
“Tadi tidak ada barang yang terselamatkan, tidak ada korban jiwa. Kerugian di sekitar 250 juta sama rumahnya hangus terbakar tidak tersisa,” tandasnya. (Ndi)






