“Jumlah 199 pengungsi dari Cianjur ke wilayah kita ini, kemungkinan besar akan terus bertambah. Makanya, kita bangun posko yang berfungsi sebagai pusat informasi dan bantuan bagi korban gempa Cianjur,” timpalnya.
Selain membangun posko pengungsian, pemerintah Kecamatan Cireunghas juga bekerjsama dengan petugas kesehatan untuk untuk mengecek kondisi kesehatan pengungsi tersebut yang dilakukan secara door to door. Terlebih lagi, tidak sedikit para pengungsi ini memiliki penyakit. Seperti luka akibat benda tumpul, flu hingga batuk-batuk.
“Kita bantu mereka dengan pelayanan medis secara gratis. Sementara, bagi pengungsi yang mempunyai luka akibat terjatuh tertimpa batu bata saat terjadi gempa, maka kita rujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” pungkasnya. (den/d)






