KABUPATEN SUKABUMI

Puskesmas Kebonpedes Gencarkan Fogging

×

Puskesmas Kebonpedes Gencarkan Fogging

Sebarkan artikel ini
Petugas kesehatan saat melakukan penyadapan atau fogging untuk memberantas sarang jentik nyamuk di wilayah Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes.

KEBONPEDES — Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypty, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kebonpedes telah melakukan pengasapan atau fogging untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk.

Kepala Puskesmas Kebonpedes, Lilis Ilahayati mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, Puskemas Kecamatan Kebonpedes langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan serta meninjau rumah warga yang diindakasikan terserang penyakit DBD.

Bank bjb Tandamata

“Setelah melakukan surpelen dan mewawancarai warga, kita langsung melakukan fogging di lokasi yang diindikasikan penyebaran nyamuk aedes aegypty,” kata Lilis kepada Radar Sukabumi, Rabu (3/6).

Dalam mengantisipasi penyebaran penyakit itu, Puskesmas Kecamatan Kebonpedes terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warga Kecamatan Kebonpedes, menggencarkan program kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah tangga, melakukan Fogging atau pengasapan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Pada cuaca ekstrim saat ini, patut diwaspadai terhadap penyebaran penyakit DBD. Untuk itu, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, petugas selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal bahaya DBD,” paparnya.

Menurutnya, program kader Jumantik sangat penting dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang terjadi saat ini yang memungkinkan berkembang-biaknya nyamuk Aedes Aegypti dan menjadi penyebab penyakit DBD.

“Sebenarnya, solusi yang baik dalam memberantas penyakit itu, adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungannya. Langkah ini sangat mudah untuk melakukan pemberantasan DBD, apalagi bila dibarengi dengan pelaksanaan PSN,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai kondisi kesehatan warga yang terserang DBD, ia menjawab kini kondisinya sudah berangsur membaik.

“Dari tujuh warga yang terserang DBD ini, lima diantaranya sudah bisa beraktivitas kembali seperti biasanya. Sementara, dua warga lainnya masih menjalani tindakan tim medis untuk proses pemulihan di Rumah Sakit Hermina Sukaraja,” punhkasnya. (den/d)