“Adapun angka stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.372.909 ton dan pupuk nonsubsidi sebesar 583.978 ton,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, Pupuk Indonesia menjalankan program Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Semoga program ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal, sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa dituai bersama saat panen bulan april nanti,” timpalnya.
Masih ditempat yang sama, Koordinator Pendampingan Penggunaan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sostenes mengatakan, ia mengaku atas nama Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengucapkan terima ksih kepda PT Pupuk Indonesia atas diselenggarakannya Gebyar Diskon Pupun Non Subsidi.
“Ini mudah-mudahan bisa sedikit membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuknya di tengah-tengah situasi, dimana banyak petani mengeluh alokasi pupuknya sedikit, karena memang kebijakan pupuk subsidi ini kebijakan pusat yang berlaku secara nasional dan anggarannya ditentukan di pusat,” katanya.
Sementara itu, salah seorang petani asal warga Kampung Kebon Kai, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Misbahudin (29) mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak Terimakasih kepada pemerintah karena dengan terselenggaranya Gebyar Diskon Pupuk Non Subsidi ini, dapat meringankan para petani untuk membeli pupuk.
“Selama ini, sulit banget untuk mendapatkan pupuk itu. Bisanya, saya mendapatkan 35 kwintal. Namun, sekarang hanya mendapatkan 1 kwintal untuk pupuk yang subsidi. Kalau beli pupuk non subsidi kan mahal juga,” bebernya.
Kondisi kelangkaan pupuk tersebut, diakuinya sudah berlangsung sekitar 3 tahun terakhir. “Iya, baru dapat sekarang pupuk diskon sekitar 40 persen,” ujarnya.





