Sementara itu, bagi siswa yang kehilangan ijazah akibat bencana, pihak sekolah akan menerbitkan surat keterangan pengganti tanpa biaya.
“Kasus ijazah hilang karena bencana sudah sering terjadi. Nantinya, siswa bisa datang ke sekolah untuk mendapatkan surat keterangan pengganti yang ditandatangani langsung oleh saya,” jelasnya.
Meski bencana kali ini cukup berdampak pada siswa, Lima menilai kejadian pada Desember 2024 lalu lebih parah. Untuk saat ini, belum ada laporan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Kami akan terus memantau kondisi serta memastikan kelancaran kegiatan belajar mengajar bagi siswa yang terdampak,” pungkasnya. (den/d)






