Polusi Pembakaran Batu Kapur Diprotes

RADARSUKABUMI.com – JAMPANGTENGAH– Kegiatan pembakaran bahan batu kapur di kawasan kars Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, kerap menuai protes dari warga dan pengguna lalu lintas. Betapa tidak, asap yang dihasilkan pabrik pengolahan batu kapur di wilayah tersebut, dinilai telah melewati ambang batas bahaya.

Warga dan pengguna lalu lintas, berharap kepada pemerintah agar pabrik penghasil asap itu segera ditertibkan. Sebab, selain mengganggu kesehatan, juga pengendara yang melintas sangat terganggu jarak pandangnya saat berkendara. “Jelas sekali snagat berbahaya.

Bacaan Lainnya

Selain bagi kesehatan, juga bagi pengendara yang melintas. Saya saja saat tadi melintas, jarak pandang tertutup akibat asap dari pembakaran batu kapur yang berada pinggir jalan raya Padabunghar – Jampangtengah ini,” jelas Asep Suri (37) warga Kampung Jeleubud, Desa/Kecamatan Jampangtengah epada Radar Sukabumi, kemarin (16/12).

Kondisi seperti ini, telah mendapatkan sorotan dari sejumlah kalangan. Kali ini, komunitas yang mengatasnamakan Pemuda Peduli Lingkungan Sukabumi (PPLS) Sukabumi telah menyayangkan terhadap sikap pemerintah yang telah membiarkan hingga berlarut-larut terhadap industri yang telah mengeluarkan polusi udara yang ditimbulkan akibat pembakaran batu kapur yang terjadi di wilayah tersebut.

Selain berdampak terhadap kesehatan warga, asap hitam yang tebal tersebut, juga dikhawatirkan dapat merusak lingkungan hidup serta fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan dapat tidak seimbang karena tercemari oleh polusi udara.

“Maka dari itu, PPLS Sukabumi menilai perlu adanya regulasi dari pemerintah daerah agar kegiatan pembakaran batu kapur sesuai dengan standar baku mutu udara,” jelas Taufik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.